Why do I Choose Communication Studies?

Setelah postingan aku sebelumnya yang membahas tentang SBMPTN, sekarang aku ingin menceritakan latar belakang mengapa aku memilih Ilmu Komunikasi untuk digeluti di bangku kuliah ini.

Ya, seperti yang Teman-teman ketahui, aku mantan siswa IPA kemudian banting setir ke jurusan komunikasi. Bukan keputusan yang singkat untuk aku memutuskan “Oke, gue mau masuk komunikasi aja.” Hati dan pikiran aku sempat terbolak-balik. Bahkan, dulu aku sempat tertarik dengan jurusan arsitektur, cuma gara-gara baca novel yang tokohnya adalah seorang arsitek dengan kehidupan serba berkecukupan. Lalu, keinginan itu sirna ketika tahu di ending si tokoh tadi ternyata meninggal, wkwkwk 😦 Bercanda kok.

Tapi serius, aku dulu sempat melirik arsitektur untuk pilihan jurusan. Karena aku bayangin kayaknya asik gitu memadukan art and science, terus aku juga sebenernya suka gambar tapi nggak bisa gambar, hehehe. But at least aku suka. Bukankah semuanya berawal dari suka? Ups. Kemudian, setelah aku cari informasi tentang jurusan itu, nggak tahu kenapa seperti ada ketakutan sendiri yang aku rasain. Apa ya… Aku merasa nggak ada ketertarikan batin gitu. Aku cuma pengen enaknya aja dan merasa couldnt handle any difficult moment yang mungkin aku temui saat aku kuliah di sana. Ibaratnya nggak bisa menerima apa adanya gitu, deh. Akhirnya aku memutuskan untuk mengurungkan niatku untuk mengambil jurusan tersebut. But honestly sampai detik ini aku masih menganggap keren jurusan tersebut, hehehe.

Karena capek scrolling di jurusan saintek, aku iseng-iseng lihat ke kolom soshum. Daaan nggak tahu kenapa mataku berbinar ketika melihat tulisan “ilmu komunikasi.” Seperti ada cahaya ilahi di layar hapeku saat itu, wkwk. First impressionku adalah… kayaknya ini salah satu ilmu yang belum pernah aku dapet semasa sekolah, tapi penting untuk kehidupan umat manusia, hehe. Setelah itu, baru aku searching di google tentang prospek pekerjaan jurusan ini. Ternyata, lumayan luas juga prospeknya. Dan yang bikin aku sangat tertarik adalah: ilmu dan pekerjaannya dinamis, kayaknya cocok buat aku yang gampang banget bosen. Iya, Im a typical person who is easily feel bored. Jadi kayaknya nggak terlalu cocok untuk pekerjaan yang kegiatannya sama tiap hari. Di komunikasi, aku merasa future career-nya cocok buat aku karena… lets say, pekerjaan reporter, mengharuskan kita untuk bertemu orang-orang berbeda setiap harinya, di tempat yang beda, untuk berita yang berbeda juga. Menurutku itu menantang banget, sih.

Begitu juga dengan ilmunya. Ada salah satu ahli yang bilang bahwa “We cannot not communicate.” Dari kalimat tersebut, boleh kita sepakati bahwa selama masih ada peradaban manusia di muka bumi ini, ilmu komunikasi akan terus dibutuhkan. Bagaimana pun keadaan pasarnya nanti, ilmu ini akan selalu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, teori-teorinya pun sangat implementatif. Maksudnya, kita bisa belajar dari fenomena apapun yang ada di dekat kita. Misalnya, saat UAS kemarin aku dapet tugas take home untuk menganalisis konten komunikasi. Nah, konten komunikasi ini macemnya banyak banget, mulai dari film, berita (baik online maupun cetak), iklan, lirik lagu, game, video klip, vlog di youtube, acara TV, acara radio, foto, komik, hingga meme pun bisa kita analisis. Jadi kalian bisa banget nonton drama korea dengan alasan akademis, “Lho, aku lagi ngerjain tugas ini, Pak, Buk.” Seru nggak?

Kemudian, aku juga sudah cukup lelah dengan hitungan dan hafalan. Maka aku mencari jurusan yang nggak banyak memakai otak tapi memakai skill (ya akhirnya tetep pakai otak juga sih, yakali). Gimana ya jelasinnya. Yang menantang kreativitas gitu, deh. Lalu, aku lebih menyukai sesuatu yang practical dan strategis, langsung ke lapangan melihat fenomena yang nyata kemudian mempelajari. Ya walaupun masih perlu sedikit-banyak teori juga, sih. Pokoknya nggak sejenis menghitung perlambatan peluru saat angin bertiup dari arah berlawanan gitu, hehe ampun 😦

Sebenarnya masih ada seribu alasan lagi tentang why do I choose communication studies. Tapi apa daya, jemariku sudah mulai lelah mengetik, wkwk. Lagian siapa juga yang mau baca kalo sampe 3000 kata? Lu kira ini esai kuliah dasar penulisan apa? Eh :p

Baik, sampai sini dulu kuliah kita, ada pertanyaan? Tidak? Sampai bertemu lagi minggu depan. Jangan lupa kirim tugas kalian ke email saya maksimal pukul 23:59.

Nggak, nggak. Okay, thank you for reading, yah! Semoga bermanfaat 🙂 Like dan komentar sangat diharapkan xoxo.

2016-11-13 01.25.59 1.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s