[Sharing] Fenomena Hoax

 

“Seorang pria berinisial Codot dikabarkan mencuri mangga dari pohon milik tetangga.”

“Eh, bukan. Ternyata tetangga yang mencuri mangga Codot.”

“Baru saja dikonfirmasi, rupanya tidak ada pohon mangga di sekitar rumah Codot.”

Lah. Jadi gimana, Mas, Mbak?

Yup, baru-baru ini aku digalaukan dengan fenomena hoax atau menyebarnya berita-berita palsu, tidak benar, tidak lengkap, atau menyesatkan. Berita hoax ini biasanya disebarkan lewat media sosial yang tentu saja sangat dekat dengan kita. Baik itu melalui timeline, broadcast, dan yang paling sering: melalui grup. Adanya hoax ini cukup meresahkan sih buat aku, karena aku merasa dibohongi, wkwk. Aku tu nggak bisa diginiin 😦 Apakah kita senasib, guys?

Fenomena hoax merupakan salah satu dampak dari berkembangnya kemajuan teknologi informasi. Cukup berbekal gadget kita yang imut nan canggih itu semua orang bisa dengan bebas membuat dan menyebarkan berita. Berita yang disebarkan pun bisa viral hanya dengan hitungan jam, bahkan menit. Bagus sih, sebenarnya, kita jadi cepat update kalau ada informasi baru. Tapi kalau informasinya nggak bener kan bahaya.

Apa sih bahaya dari berita hoax? Layaknya sebuah penyakit, hoax bisa mematikan. Maksudnya, mematikan pikiran kita terhadap informasi yang benar. Contohnya, saat berita penyakit antraks yang dikabarkan bisa menular dari udara jadi kita dilarang napas kalau ada yang sakit antraks dsb dsb. Apabila tidak diikuti dengan sikap skeptis kita akan langsung saja percaya dengan informasi tersebut, padahal nyatanya penularannya melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi. Selain itu, kalau beritanya udah menyangkut SARA yang dibumbui dengan hate speech atau pesan kebencian, ini bisa memicu konflik dan perpecahan. Sedih kan kalau bangsa ini diadu domba lewat berita hoax 😦

Menurut diskusi yang sempat aku datangi beberapa hari yang lalu, berita hoax akan ada di titik “hits” saat dua jam pertama. Waktu yang relatif cepat, bukan? Ternyata, cepat beredarnya hoax bukan karena cepatnya koneksi internet, hehe. Tapi ada beberapa penyebab. Salah satunya, kurangnya literasi masyarakat. Ini yang sepertinya dominan memengaruhi. Lemahnya budaya baca masyarakat kita, aku juga ding kadang-kadang 😦 Banyak yang saking panjangnya berita, lalu tidak membaca secara tuntas tapi langsung copy-paste ke “grup sebelah.” Dalam hal ini, tabayyun sangat diperlukan. Atau bahasa lainnya, klarifikasi. Nggak cuma doi guys yang perlu di-stalking-in, sebuah berita juga. Kita perlu banget stalking mencari tahu kebenaran berita tersebut. Bisa lewat orang yang sekiranya lebih tahu atau lewat google.

Kemudian, hoax juga lebih cepat beredar ketika kita merasa sepaham dengan berita tersebut. Hmm… ini aku juga sering sih, habis baca terus mbatin “Gila, bener banget, nih! Seluruh dunia harus tahu pokoknya!” Then innocently aku pencet like and share. Boleh sih, guys, dengan syarat beritanya kudu bener dulu 😦 Sender beritanya juga kadang suka pinter sih, memanfaatkan suara mayoritas gitu. Kadang juga broadcast dengan ala-ala berita beneran, lengkap 5W+1H. For your information, informasi dalam bentuk berita nggak selalu benar, lho. Contohnya aja berita tentang sosok “NF” yang dituduh sebagai pembawa bendera tauhid. Walaupun sudah dimuat di detiknews yang notabene media siber yang lumayan populer, ternyata ini hoax juga 😦 Namun, sekarang sudah diklarifikasi oleh media yang bersangkutan juga.

Sampai sini udah kebayang kan guys, bahayanya hoax? Ini memang sulit untuk dicegah, but it can start from ourselves. Think first, guys, saring sebelum sharing 🙂 At least, kalau kita nggak yakin dengan kebenaran berita tersebut nggak usah ikut-ikut broadcast dulu. Semoga kita selalu terjaga dari berita hoax, ya.

Kira-kira begitu curhatan dan informasi yang aku dapat dari diskusi dengan Pak Bambang Muryanto tentang hoax. Di akhir diskusi, beliau juga memberi sebuah pesan buat kita: tahan jempolmu, pastikan kebenaran dari informasi yang kamu dapat sebelum menyebarkan.

Thank you for reading, semoga bermanfaat! ♥♥♥

gambar pada sampul diambil dari: https://berita-sulsel.com/begini-cara-mengidentifikasi-berita-hoax-internet/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s