Things I Miss From My Childhood

Setelah postinganku sebelumnya yang bernostalgia tentang masa SMA ku, kini aku ingin bernostalgia lebih jauh lagi, yaitu pada masa kecilku. Masa kecil di saat negara api belum menyerang, sebelum tugas dan deadline menghantui, di saat segalanya terasa menyenangkan, hehe. Aku inget banget dulu aku sering berandai-andai “coba kalo aku udah gede, pasti aku bisa…” atau “enak ya jadi orang dewasa, bisa…” dan lain-lain. Dan sekarang aku menyesalinya. Gak menyesal sih, cuma merasa kalau semuanya tidak seindah yang pernah aku bayangkan. But life must go on, right?

Hal-hal yang paling aku rindukan dari masa kecilku yang pertama adalah tidur bareng Mama atau Papa. Setuju gak, kalau tidur bareng orang tua itu bisa memberikan kenyamanan tersendiri? Gak tahu kenapa, dulu saat aku masih bisa tidur di dekat Mama atau Papa, terasa lebih aman gitu. Bahkan, waktu awal-awal aku mulai dibiasakan tidur sendiri, aku sering tiba-tiba nyusul mereka kalau dapet mimpi buruk atau gak bisa tidur. Dan hal itu sekarang jarang banget aku dapetin. Sedih, ya…

Yang aku kangenin lagi adalah jam belajar yang singkat. Jelas hal itu hampir mustahil didapatkan di usiaku yang sekarang. Dulu, aku merasa management diriku lebih teratur daripada sekarang, hahah. Karena kegiatanku seperti sudah terjadwal oleh Mama dengan baik. Waktu TK, pulang sekolah jam 10, main ke rumah teman sampai adzan Dzuhur, kemudian pulang. Jam 1 siang tidur siang hingga jam 3 sore lalu TPA atau kalo pas libur ya main lagi atau nonton TV, lalu gabut sepanjang malam, biasanya ngerjain permainan yang ada di majalah Bobo Junior. No gadget-gadget club. Wah, indahnya hidupku saat itu 😀 Kayaknya aku lebih produktif waktu kecil, deh.

Next, aku rindu saat-saat di mana bisa temenan sama siapa aja tanpa baper. Alhamdulillah, saat berteman semasa kecil, sesuatu yang diperdebatkan hanyalah sesuatu yang sepele, seperti rebutan siapa duluan yang minjem sepeda siapa, atau rebutan tempat sembunyi saat main petak umpet, dan lain-lain. Beda sama sekarang, sering memperdebatkan perasaan *tsah* dan apapun yang bikin aku mengalami penuaan dini, seperti lupa hari, lupa tanggal, lupa jadwal kuliah, stress, sakit kepala, lan sak panunggalane :’) Guys, bisakah kita tidak take everything seriously? Tolong, aku lelah.

Terakhir, deh, yang paling aku rindukan dari masa kecilku adalah saat-saat bisa “mbolang” sama temen-temen. Yess, aku dulu seneng banget tuh mbolang blusukan sampe mana-mana. Mengarungi sawah, kali, gang-gang kecil, perkampungan, dan tempat-tempat yang sekiranya bisa dijadikan markas bersama :’) Saat-saat itulah yang menggambarkan “bahagia itu sederhana.” Gak perlu nongky ke tempat-tempat hitz, aku sudah merasa jadi orang ter-ngehitz saat berhasil menemukan markas baru, wkwk. No money, tapi dah bisa bahagia. Gak perlu repot-repot foto ootd buat diupload juga. Sekarang, ada yang masih mau kuajak mbolang seperti itu? Tapi aku juga mager, sih.

Sebenernya ada banyak lagi yang bikin aku rindu dengan masa kecilku. Tapi, karena batas deadline #31HariMenulis tinggal beberapa menit lagi, wkwk, segitu dulu aja. Kalau kalian, apa aja sih yang paling kalian rindukan dari masa kecilmu?

Btw, thank you for reading 🙂

Gambar pada cover diambil dari: http://www.publishyourarticles.net/knowledge-hub/essay/essay-on-childhood-memories/5446/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s