The Magic of “Semangat!”

Apakah ada kalimat yang lebih magis lagi dari kata “semangat”? Someone told me, kata “I love you” juga punya kekuatan magis. Ya, memang, tapi kata “I love you” dan kata “semangat” punya fungsi magis yang berbeda. Kata semangat biasanya diucapkan untuk mendorong, mendukung, mengatasi keraguan, menenangkan kesedihan, meminta seseorang untuk keep moving, looking forward dalam hidupnya. Sedangkan kata “I love you” lebih subjektif dan hanya sebatas memberi kesan haru-biru, tanda sayang, dan yang paling banyak dianggap perlu bukti, perlu aksi untuk menandakan kata tersebut tulus dan masih banyak lagi syaratnya supaya kata “I love you” menjadi magis. Tapi, kata “semangat” tidak.

That’s why aku akhir-akhir ini suka banget menebar kata “semangat” dengan cuma-cuma. Selain memberi dampak mensupport untuk orang lain, kata tersebut juga bisa menjadi self-reminder diri sendiri. Di saat diri ini mulai lelah, melihat sekeliling dan mungkin masih banyak jiwa-jiwa yang lebih lelah dari aku, lebih punya banyak beban dan tekanan. Start it from ourselves, jangan minta untuk disemangati, tapi beri itu untuk orang lain, niscaya diri kita sendiri juga akan merasakan impact-nya.

Untuk teman-temanku di lapangan, SEMANGAT! Kalau ada kata lain selain kata “semangat” yang bisa membakar kalian, yang bisa men-charge ulang terus-menerus tenaga kalian, maka kata itu buat kalian. Sayangnya, sejauh ini aku hanya menemukan kata “semangat” yang paling bisa merepresentasikan apa yang ingin aku sampaikan ke kalian. Aku tahu, rutinitas ini sangat ngat ngat melelahkan dan bahkan kadang membosankan. Aku juga sering merasa demikian. But we should to face it. Dihadapi, bukan dihindari. Diselesaikan, bukan dibiarkan. Ingat, perjalanan kita masih panjang dan kita sudah memulainya. At least, kita memulai. Maka, selesaikanlah. Tuntaskanlah.

Sebagai manusia, wajar banyak kekhilafan dalam hidup ini. Begitu juga aku. Pasti ada saatnya khilaf dengan sering baper di sembarang tempat. Wajar, tapi jangan lama-lama. Apalagi kalau sedang capek-capeknya. Baper itu semakin sering muncul. Istilahnya, senggol bacok lah. Tapiii… justru itu tantangannya. Kita gabung di UKM, organisasi, dan segala kegiatan nonakademik ini ya tujuannya untuk itu. Untuk belajar menjadi manusia yang sebenarnya. Untuk belajar mengendalikan diri, mengurangi yang baper-baper tadi. Buat apa ikut ini-itu tapi masih baperan? Jujur, aku pun masih sering begitu maka aku dan kamu harus saling mendukung dan mengingatkan. Inilah “bumbu”-nya. Maka, nikmatilah.

Sooo, tetap SEMANGAT apapun yang sedang kalian hadapi saat ini. Tugas, deadline, rapat, danusan, riset, latihan, dan lain-lain. Harus bisa jadi manusia tangguh ya, guys, doain aku juga biar cepat tersadarkan untuk selalu semangat. I know that we are strong enough untuk menjalani kehidupan. Mari berbagi semangat dan rasakan keajaibannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s