Retorika?

“Oratory is the power to talk people out of their sober and natural opinions.”

Quote dari Joseph Chatfield tersebut mungkin cocok dengan teori retorika. Teori ini termasuk ke dalam tujuh tradisi komunikasi yang mengatakan bahwa retorika merupakan seni memengaruhi publik. Cara memengaruhi publik di sini adalah melalui speech atau public speaking dengan melakukan persuasi.

Sebagai calon sarjana ilmu komunikasi, rasanya kurang pas apabila tidak menguasai public speaking. Meskipun demikian, masih banyak mahasiswa ilmu komunikasi yang belum terbiasa melakukan public speaking. Padahal, menguasai public speaking itu penting karena dapat membuka kesempatan diterima kerja lebih besar, untuk pendengar menjadi bisa membuka pandangan lebih luas terhadap sesuatu yang bertentangan dengan diri kita yang mungkin disampaikan oleh speaker, dan memberikan pengaruh besar karena bisa jadi speech yang disampaikan akan diteruskan pada orang lain.

Menurut Aristoteles, fokus yang harus diperhatikan dari public speaking adalah audiens, speaker, dan speech itu sendiri. Audiens penting pada public speaking karena ketika hendak menyampaikan speech, harus ada audiens yang dituju, harus ada public yang akan diberikan pengaruh-pengaruh. Speaker jelas penting sebagai komunikator. Pada teori retorika, akan dijelaskan macam-macam jenis speaker berdasarkan cara penyampaiannya. Yang terakhir, speech yang berupa teks yang berisi simbol-simbol dan nantinya akan dipahami oleh audiens.

Tradisi retorika berawal dari pemahaman Aristoteles mengenai kebenaran adalah sesuatu yang logis, realistis, dan rasional. Maka, Aristoteles mengingatkan bahwa seorang pembicara harus menyampaikan kelogisan dalam speech mereka. Karena, ketika pembicara melakukan public speaking, yang dilakukan tidak hanya sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi juga melakukan persuasi ke orang lain.

Untuk memahami teori retorika, terdapat dua asumsi penting. Asumsi pertama berkata bahwa public speaking yang efektif merupakan yang memerhatikan audiens. Audiens didefinisikan sebagai sekumpulan individu yang memiliki motivasi, keputusan, dan pilihannya sendiri-sendiri. Audiens tidak bisa dipandang sebagai kelompok yang homogen. Pesan yang disampaikan oleh speaker bisa jadi sama ke setiap individu, tetapi akan dicerna secara berbeda tergantung persepsi masing-masing. Oleh karena itu, public speaker harus mengetahui terlebih dahulu background audiensnya, seperti rentang usia, jenis kelamin, profesi, dan lain-lain. Speaker juga harus mengetahui apa hubungan atau konteks antara dirinya dan audiens dengan melakukan analisis audiens terlebih dahulu supaya argumen dapat diterima oleh semua individu. Misalnya, saat audiens merupakan penjual rokok, jangan menyampaikan pidato mengenai bahaya merokok, karena akan terjadi beda persepsi, dan sebagainya.

Asumsi yang kedua berbunyi public speaking yang efektif adalah yang bisa memaparkan bukti nyata dari apa yang disampaikan. Bukti diperlukan saat menyampaikan pidato karena dapat memperkuat argumen yang dibawakan. Aristoteles mengatakan bahwa terdapat tiga bukti yang ada, yaitu ethos, logos, dan pathos. Ethos merupakan karakter, kecerdasan, dan niat baik dari speaker. Apabila hendak menyampaikan speech, speaker harus pintar bagaimana menciptakan “sesuatu yang berbeda” pada peristiwa yang biasa. Dalam hal ini, yang diandalkan bukan berbicara pengalaman, tetapi pengalaman berbicara. Semakin banyak jam terbang yang dimiliki speaker, semakin kompeten, dan semakin dipercaya oleh audiens. Logos artinya bukti yang logis, dapat berupa argumen dan rasionalisasi speech. Speaker sebaiknya lebih mengedepankan praktik dengan klaim yang logis dan disampaikan dengan bahasa yang jelas. Yang ketiga, yaitu pathos atau emosi yang bisa menghanyutkan audiens. Pathos penting karena akan memberikan kesan yang berbeda kepada audiens jika disertai dengan emosi tertentu, baik itu rasa senang, sedih, prihatin, dan lain-lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s